Ensiklopedi Al-Quran

Switch to desktop Register Login

PENGANTAR TENTANG PERADABAN ARAB DAN ISLAM

Peradaban merupakan pohon besar yang akarnya kokoh menancap di bumi dan di atas bumi itu terdapat bangsa Arab dan Islam, sementara di langit pohon itu menjulang memancarkan cahaya peradaban Arab dan Islam. Beberapa abad sebelum munculnya Islam, daerah ini telah mengenal peradaban lembah nil, peradaban lembah Dajlah dan Furat, peradaban Syam, peradaban Yaman, peradaban Tunis, peradaban Bahrain, dan perabadan Persia. Peradaban Mesir, Iraq dan Syam secara khusus memiliki pengaruh yang sangat besar bagi peradaban-peradaban lain yang muncul di daratan laut tengah seperti peradaban Al-Haitsyiyyin (Hitit) di Anatolia (Asia Minor), peradaban Minoa di Crete, peradaban Yunani dan peradaban Romawi.

 

Peradaban Yunani merupakan peradaban masa lalu terpenting yang ada di bumi Eropa, akan tetapi unsur-unsur peradabannya terbentuk dari tiga peradaban ini. Peradaban Yunani dan peradaban sebelumnya, yaitu peradaban Minoa di Crete lebih banyak memiliki keterikatan dengan daerah Laut Mediterania dan pesisirnya di tepi Timur dan Tenggara, yang diantaranya terdapat di bumi benua Eropa, sekalipun pada suatu saat nanti orang-orang Eropa mengklaim bahwa itu adalah karya peradaban Yunani yang mereka agungkan. Padahal kenyataannya, peradaban itu adalah bagian dari peradaban masa lalu kita yang mereka adopsi melalui penyerangan dan keterikatan secara biografis. Meskipun keterikatan ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan karakteristik rangkaian peradaban itu sendiri.

Sebelum munculnya Islam, kekacauan dan keruntuhan telah menimpa semua peradaban besar yang ada di daerah itu, di antaranya adalah peradaban Yunani. Akan tetapi peradaban ini tidak lenyap begitu saja, melainkan sebagiannya tetap ada sekalipun tenggelam di bawah tanah sebagaimana yang ditulis dalam buku-buku manuskrip besar yang menunjukkan bukti adanya peradaban ini. Manuskrip-manuskrip ini masih tersimpan di Perpustakaan Negara Bizantium (Negara Romawi Timur) dan secara dominan unsur peradabannya terdiri dari peradaban Yunani. Bahkan mereka juga berbahasa Yunani sekalipun banyak kemajuan yang dicapai oleh bangsa Yunani kuno.

Ketika Islam sebagai agama yang agung muncul dengan membawa benih-benih peradaban yang besar dan secara terang-terangan menghimbau untuk mempelajari ilmu dan menjadikannya sebagai jalan utama dalam kehidupan, maka para pecinta ilmu mulai mempelajari warisan peradaban yang telah ada sebelumnya. Warisan peradaban yang dipelajarinya secara otomatis tentu dimulai dari peradaban terakhir yang mereka ketahui, yaitu peradaban Yunani dan India, dan bukan peradaban yang sebelumnya dan lebih lama usianya. Orang-orang Arab adalah bangsa yang sadar dan berperilaku baik sehingga mereka tidak mengklaim karya bangsa lain dan mengaku-ngaku sebagai karyanya sendiri, melainkan mereka tetap mengatakan sebagai karya pemilik yang sebenarnya. Kemudian setelah itu, mereka secara bertahap mempelajarinya, mengadakan riset, dan menciptakan berbagai penemuan sehingga ilmu mereka bertambah dan mencapai puncak kejayaannya sepanjang sejarah peradaban. Bahkan tidak separuh pun dari nilai peradaban itu dapat tertandingi oleh peradaban lain yang telah ada sebeJumnya.

Peradaban yang besar ini di Barat disebut dengan nama "The Islamic Civilization" atau peradaban Islam. Akan tetapi kita selamanya lebih mengutamakan untuk menamakannya sebagai peradaban Arab dan Islam. Disebut peradaban Arab, karena pertama kali peradaban ini muncul di kalangan bangsa Arab, sekalipun kemudian meluas dan dikembangkan oleh generasi Islam selain bangsa Arab, baik melalui transfer ilmu,kesamaan tipologi dan standar, maupun bahasa dan tulisannya.

Sedangkan penyebutannya sebagai peradaban Islam, karena Islam sebagai penggagasnya dan selamanya akan menjadi kekuatan yang menggerakkannya dengan ajaran-ajarannya yang kekal, seperti "Iqra," (bacalah!) dan firman Allah swt,

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri." (Fushshilat: 53). Demikian juga dengan hadis Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, "Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat."Dan, "Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina."

             Di sisi lain, peradaban ini disebut peradaban Arab karena sebagian tokoh terbesarnya seperti; Hunain bin Ishaq, Yohana bin Masawih, Nabit bin Qarrah, dan Ali bin Abbas Al-Majusi mereka adalah orang-orang Arab akan tetapi non-muslim. Sedangkan disebut peradaban Islam, karena sebagian tokohnya yang terbesar seperti; Ibnu Sina, Al-Biruni, Abu Bakar Ar-Razi, dan Al Khawarizmi mereka adalah orang-orang muslim, akan tetapi bukan orang Arab. Dengan demikian penyebutan peradaban ini dengan sebutan peradaban Arab dan Islam merupakan suatu penyebutan yang komprehensif dan membuat kita tidak mengingkari keutamaan orang-orang non-Arab atau non-muslim.

Di antara yang membedakan peradaban Arab dan Islam karena pijakan peradaban ini adalah agama Islam itu sendiri dan ini pulalah yang membedakannya dari kekuatan yang mempengaruhi kejiwaan manusia dan mendorongnya ke jalan yang benar. Di samping itu, Islam juga mengajarkan nilai-nilai yang baik, toleransi, amanah dan kebersihan hati. Ajaran seperti inilah yang memberikan kontribusi besar bagi peradaban-peradaban lainnya dan dapat diterima oleh orang lain selain bangsa Arab dan kaum muslimin, sehingga para pelopor peradaban ini bekerja keras dan bersungguh-sungguh mencari kebenaran yang mutlak di mana pun mereka mendapatkannya. Mari kita baca pengakuan seorang ilmuwan Inggris yang bernama Bernard Lewis, salah seorang tokoh orientalis besar dan guru besar sejarah bangsa-bangsa Timur Dekat dan Timur Tengah di Universitas London

"Karakteristik pertama yang menarik perhatian kita adalah kemampuan menyeluruh yang dimiliki oleh kebudayaan Arab dan pada umumnya tidak didasarkan pada kekerasan dan meniru kebudayaan yang ada. Para penakluk dari kalangan bangsa Arab  untuk pertama kali dalam sejarah- telah berhasil menaklukkan wilayah yang membentang dari perbatasan India dan Cina hingga Tahoma di Yunani, Italia, dan Perancis, adakalanya dengan menggunakan bahasa dan akidah mereka. Arab telah menyatukan antara dua peradaban yang pada menyatu pernah berbenturan. Kedua peradaban itu adalah peradaban laut tengah yang telah berusia seribu tahun semua peradaban Yunani, Romawi, Bani Israil, peradaban kuno Timur Dekat) dan peradaban Persia yang memiliki karesteristik diri dalam masalah kehidupan dan pemikiran nya yang baik dengan peradaban-peradaban besar di Timur Jauh. Hal itu karena pergaulan dengan berbagai jenis suku bangsa, akidah, dan kebudayaan di kalangan masyarakat telah melahirkan peradaban baru yang bersifat multikultural apabila dilihat dari asal usulnya dan para penggagasnys akan tetapi semuanya menampakkan ciri kearaban dan keislaman.Akibat interaksi multikultural yang terjadi di kalangan masyarakat muslim lahirlah karakteristik kedua dari peradaban Islam dan Arab yang secara khusus menarik perhatian orang Eropa, yaitu toleransi yang tinggi dibandingkan masyarakat lainnya.

Tidak seperti orang-orang Barat, jarang sekali orang muslim pada masa abad pertengahan yang memaksakan akidahnya kekuatan militer kepada daerah-daerah yang telah dikuasainya. Padahal dalam kesadaran orang Barat, orang-orang yang beda kepercayaan dengan mereka akan dicampakkan ke Orang neraka pada waktu yang memungkinkan untuk itu. Akan tetapi orang muslim sebaliknya, ia berpendapat bahwa tidak ada gunanya memaksakan ketentuan Tuhan di muka bumi. Orang muslim menerima keberadaan berbagai kepercayaan lain dalam masyarakat dengan tetap berpegang teguh kepada akidah mereka. Islam hanya memberlakukan peraturan sosial dan hukum tertentu untuk menunjukkan kekuasaannya, dan secara aktif memperingatkan orang-orang yang melupakan kewajibannya. Selain itu, Islam memberikan kebebasan sepenuhnya kepada mereka, baik dalam kehidupan beragama, ekonomi, dan berbudaya, sebagaimana juga membiarkan mereka memberikan kontribusi bagi peradabannya."

 

Karya : Muhammad Gharib Gaudah

Ensiklopedi Al-Qur'an | Tuntunan Hidup Menurut Al-Qur'an dan Hadits

Top Desktop version