Ensiklopedi Al-Quran

Switch to desktop Register Login

MEMUJI SESEORANG

Suatu ucapan salah yang sering dilakukan orang adalah pujian orang kepada orang lain, dan memuji itu dilarang karena mengandung bahaya besar, yang akan mengenai orang yang memuji itu sendiri dan juga kepada orang yang dipuji.

 

Pujian itu terkadang melampaui batas, sehingga orang yang memuji terjatuh kepada perbuatan dusta, karena orang yang dipuji tidak sesuai dengan pujiannya.

Ada kalanya orang yang memuji itu karena ada udang di balik batu terhadap orang yang dipuji, maka pujiannya itu bukan karena Allah, tetapi ria, ingin memperoleh perhatian oleh orang yang dipujinya.

Terkadang pujiannya itu salah karena orang yang, memuji itu tidak tahu yang sebenarnya keadaan prang yang dipuji, bahkan sering pula orang jahat dikatakan sebagai orang yang balk.

Dan terkadang prang yang dipuji itu menjadi gembira dengan pujian itu. sehingga lupa akan kesalahannya sendiri dan menganggap dirinya baik, dirinya baik, padahal yang sebenarnya tidak demikian. Kalau orang yang dipuji itu merasa senang dan gembira, maka ia akan lupa kesalahan-kesalahannya dan menjadi orang yang congkak dan sombong.

Agar tidak timbul suatu kesalahan yang lebih besar, maka orang yang memperoleh pujian itu jangan menjadi lupa daratan. Tetapi hendaklah menjaga dirinya jangan sampai congkak dan terasa dirinya sudah baik.

Suatu ketika Sayyidina Ali ra. mendengar orang memuji kepadanya, lalu ia berkata, "Ya Allah, berilah saya pengampunan tentang apa yang tidak diketahui oleh orang-orang itu. Janganlah saya akan diambil tindakan atau siksa tentang apa yang mereka ucapkan, jadikanlah saya lebih baik dari apa yang mereka sangkakan".

Umar ra. pernah mendengar seseorang yang memuji orang lain, lalu Umar ra. bertanya, "Apakah kamu sudah pernah pergi bersama orang itu ?" la menjawab, "Belum". Beliau bertanya pula, "Apakah kamu bergaul dengannya dalam pembaiatan atau mualamat ?" Jawabnya. "Tidak". Beliau bertanya lagi, "Apakah kamu ini tetangganya yang setiap pagi dan sore melihat keadaannya ?" Jawabnva, "Tidak". Lalu Umar berkata, "Demi Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia, saya berfikir bahwa kamu ini tidak mengenal orang itu baik-baik".

 

Karya : Drs. Muslichudin 

Ensiklopedi Al-Qur'an | Tuntunan Hidup Menurut Al-Qur'an dan Hadits

Top Desktop version