Ensiklopedi Al-Quran

Switch to desktop Register Login

Malaikat Ayam Jago A.S.

"Sesungguhnya Allah memiliki seorang malaikat di langit yang bernama Ayam Jago. Bila dia bertasbih di langit, maka seluruh ayam Jago di bumi juga bertasbih dengan berkata, ‘Subhaanas Subbuuhul Qudduus, al-Maalikud Dayyaan, alladzii laa ilaaha illaa Huwa (Mahasuci Yang Mahasuci, Raja Yang Mahakuasa, yang tidak ada tuhan kecuali Dia).’” Barang siapa yang sedang berada dalam penderitaan atau sakit, lalu dia mengucapkan tasbih tersebut, niscaya Allah akan melapangkan kesusahannya."

(Diriwayatkan oleh Abu asy-Syaikh dari Abu Bakar bin Abi Maryam)

‘Aku diberi tahu bahwa di bawah ‘Arsy ada seorang malaikat yang berbentuk Ayam Jago; cakarnya dari mutiara dan tajinya dari batu permata hijau. Bila sepertiga malam pertama berlalu, dia mengepak-ngepakkan sayap-sayapnya untuk berkokok dan berkata, ‘Bangunlah orang-orang yang biasa bangun!' Bila setengah malam berlalu, dia mengepak-ngepakkan sayap-sayapnya untuk berkokok dan berkata, ‘Bangunlah orang-orang yang rajin beribadah!’ Bila sepertiga malam berlalu, dia mengepak-ngepakkan sayap-sayapnya dan berkata, ‘Bangunlah orang-orang yang bisa shalat!' Dan bila fajar terbit, dia mengepak-ngepakkan sayap-sayapnya dan berkata, ‘Bangunlah orang-orang yang biasa bangun untuk mengerjakan shalat dan mereka sendirilah yang menanggung dosa-dosa mereka.'” (Diriwayatkan oleh Abu asy-Syaikh dari jalur Yusuf bin Mihran yang berkata, "Aku diberi tahu oleh ‘Abdurrahman, seorang penduduk Kufah, yang berkata,)

Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah memiliki seekor ayam jago yang kedua kakinya di bawah tujuh lapis bumi, sedangkan kepalanya melampaui tujuh lapis langit, ia bertasbih pada waktu-waktu shalat. Dan semua ayam jantan bumi pasti menjawab tasbihnya.’” (Diriwayatkan oleh Abu asy-Syaikh dari `A'isyah)

Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah mengizinkanku untuk berbicara tentang seekor ayam jago yang kedua kakinya menembus bumi dan kepalanya bersembunyi di bawah Arsy, sambil berkata, `Subhanaka ma A'zhama-Ka (Mahasuci Engkau, alangkah Agung-nya Engkau).' Lalu dijawab, 'Orang yang bersumpah palsu kepada-Ku tidak mengetahui hal itu.’” (Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Ausath, Abu asy-Syaikh, dan al-Hakim dari Abu Hurairah)

 

Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah memiliki seekor ayam jantan yang cakarnya berada di bumi yang paling bawah, sedangkan lehernya tersembunyi di bawah 'Arsy, kedua sayapnya di udara yang dikepak-kepakkannya pada waktu menjelang subuh setiap malamnya, ia mengucapkan, `Sabbihu al-Quddus, Rabbana ar-Rahman, la ilaha ghairuh (Bertasbilah kepada Yang Mahasuci, Tuhan kami Yang Maha Pengasih, yang tidak ada tuhan kecuali Dia).’” (Diriwayatkan oleh Abu asy-Syaikh dari Tsauban)

"Sesungguhnya Allah memiliki seekor ayam jantan di langit dunia; dadanya dari emas, perutnya dari perak, kaki-kakinya dari yakut, cakarnya dari zamrud dan berada di bawah bumi yang paling bawah, satu sayapnya di Timur dan sayap lainnya di Barat, lehernya di bawah ‘Arsy, jenggernya dari cahaya yang tertutup di antara Arsy dan kursi, dan mengepak-ngepakkan sayapnya tiga kali setiap malam.’” (Diriwayatkan oleh Abu asy-Syaikh dari jalur al-Kalbi dari Abu Shalih dari Ibn `Abbas)

Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah memiliki seekor ayam jago; kedua sayapnya berhiaskan permata dan mutiara serta yakut, satu sayapnya di Timur dan sayap lainnya di Barat, kaki-kakinya di dalam bumi yang paling bawah, dan kepalanya tersembunyi di bawah ‘Arsy. Menjelang waktu subuh, dia mengepak-ngepakkan kedua sayapnya dan berkata, `Subbuhun Quddusun, Rabbuna Allah, la ilaha ghairuh (Mahasuci Yang Mahasuci, Tuhan kami Allah, yang tidak ada tuhan kecuali Dia).' Ketika itu, seluruh ayam jago mengepak-ngepakkan semua sayapnya dan berkokok. Menjelang hari kiamat, Allah berfirman, `Lipatlah sayapmu dan rendahkanlah suaramu!' Maka, seluruh penghuni langit dan bumi mengetahui bahwa hari kiamat telah dekat.” (Diriwayatkan oeh Abu asy-Syaikh dari Ibn `Umar)

Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya di antara yang diciptakan Allah adalah seekor ayam jago; cakarnya di bumi yang ketujuh, jenggernya dilipat di bawah ‘Arsy, dan sayapnya meliputi langit dan bumi. Bila sepertiga malam terakhir telah berlalu, dia mengepak-ngepakkan kedua sayapnya, lalu dia berkata, `Sabhihu al-Malikal Quddus, Subhana Rabbina al-Malikil Quddus, la ilaha lanacghairuhu (bertasbilah kepada Raja Yang Mahasuci. Mahasuci Tuhan kami Raja Yang Mahasuci, yang tidak ada tuhan bagi kami kecuali Dia).' Ucapannya itu didengar oleh semua yang ada di antara' Timur dan Barat kecuali jin dan manusia. Lalu mereka mengetahui bahwa semua ayam jago sedang mengepak-ngepakkan sayapnya dan berkokok, bila dia mendengarnya.” (Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Ausath, dan Abu asy-Syaikh dari jalur Salim bin Abil Ja`d, dari Ibn `Abbas)

"Semua ayam jago bertanya jawab dengan malaikat melalui tasbih. Apakah kalian pernah melihat seekor burung sedang berkicau di malam hari?” (Diriwayatkan oleh Abu asy-Syaikh dad Abu Shadiq)

"Ketika malaikat berkata, `Sabbihu al-Quddus! (bertasbihlah kepada Yang Mahasuci),' maka bergeraklah semua sayap burung. (Diriwayatkan oleh Abu asy-Syaikh dari Ibn Abi 'Amrah)

"Seekor ayam jago berkokok di samping Sulaiman a.s. Lalu Sulaiman berkata, 'Tahukah kalian apa yang dikatakan oleh ayam jago ini?’ Mereka menjawab, ‘Tidak.' Dia berkata, 'Sesungguhnya ia berkata, `Udzkurullaha ya Ghafilin (Ingatlah Allah, wahai orang-orang yang lalai) "' (Diriwayatkan oleh Abu asy-Syaikh dari 'Abdul Hamid bin Yusuf)

"Sesungguhnya Allah memiliki seekor ayam jago di bawah `Arsy, yang sayapnya di udara, sedangkan cakarnya di bumi. Pada waktu menjelang subuh dan azan shalat, ia mengepak-ngepakkan sayap-sayap-nya dan bertepuk dengan tasbih. Maka, semua ayam jago pun menjawaabnya dengan tasbih juga.” (Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dari Shafwan bin'Assal)

Rasullullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah memiliki seekor ayam jago yang kedua kakinya barada di suatu ujung bumi, sedangkan lehernya tersembunyi di bawah ‘Arsy. Bila tiba waktu akhir malam, ia berkokok, `Subbuhun Quddusun (Mahasuci Yang Mahasuci),' maka semua ayam jago pun ikut berkokok.” (Diriwayatkan oleh Ibn `Adi dan al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan dia men-dha'if kan hadis ini, dari Jabir bin Abdillah)

Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta’ala memiki seekor ayam jago, yang cakarnya berada di dalam bumi Yang ketujuh, sedangkan jenggernya berada di bawah ‘Arsy.” (Diriwayatkan oleh Ibn ‘Adi dari al-`Ars bin `Umairah)

Rasulullah saw. bersabda, "'Arsy itu terletak di atas seorang malaikat dari mutiara yang berbentuk ayam jago; kedua kakinya di dalam batas bumi yang paling bawah, lehernya tersembunyi di bawah ‘Arsy, kedua sayapnya di Timur dan Barat. Bila malaikat itu bertasbih kepada Allah, maka tidak tersisa sesuatu pun kecuali ikut bertasbih kepada Allah ‘Azza wa Jalla." (Diriwayatkan oleh ad-Dailami dalam Musnad al-Pirdaus dari Ummu Sa'd, seorang perempuan yang ikut berhijrah)

 

Karya : Imam Jalaluddin as-Suyuthi 

Ensiklopedi Al-Qur'an | Tuntunan Hidup Menurut Al-Qur'an dan Hadits

Top Desktop version