Ensiklopedi Al-Quran

Switch to desktop Register Login

MALAIKAT MUNKAR DAN NAKIR A.S.

Rasulullah saw. bersabda. "Bila mayat dikubur, dia akan didatangi oleh dua Malaikat yang hitam lagi biru. Salah satunya bernama Munkar dan lainnya bernama bernama Nakir. Lalu keduanya bertanya, “Apa yang telah kamu katakan terhadap orang ini?' Dia menjawab, `Beliau tidak pernah berkata kecuali bahwasanya beliau adalah hamba Allah dan Rasul-Nya keduanya berkata, ‘’Telah aku ketahui bahwa kamu akan mengatakan hal ini. Lalu dilapangkan kuburnya tujuh puluh hasta, diterangi di dalamnya, dan dikatakan kepadanya, ' Tidurlah!' Mayat itu bertanya. ”Bolehkah aku kembali kepada keluargaku untuk memberitahu mereka?”

Keduanya berkata, Tidurlah seperti tidurnya pengantin yang tidak akan dibangunkan kecuali oleh istrinya yang paling dicintainya, sampai Allah membangkitkannya dari tempat pembaringannya itu.”bila dia mayat orang munaflk, dia berkata, 'Aku mendengar orang-orang berkata, maka aku pun mengatakan yang serupa. Aku tidak tahu' Keduanva berkata, Telah kami ketahui bahwa kamu akan mengatakan hal itu. Lalu dikatakan kepada bumi, “Impitlah dia! Bumi pun mengimpitnya sehingga semua tulangnya berserakan. Dan dia masih terus-menerus disiksa di dalamnya sampai Allah membangkitkannya dari tempat pembaringannya itu." (Diriwayatkan oleh at Tirmidzi dan dia menganggapnya hadis hasan, Ibn Abid Dunya, al-Ajiri dalam asy-Syari'ah, dan al-Baihaqi dalam kitab Adzabul Qabr dari, Abu Hurairah)

Kami pernah menyaksikan seorang jenazah bersama Rasulullah saw. Ketika selesai pengnburannya dan orang-orang pergi, beliau bersabda 'Sekarang dia mendengar bunyi langkah sandal kalian dan dia didatangi Munkar dan Nakir yang, matanya seperti kendi tembaga,taringnya seperti tanduk sapi betina, dan suaranya seperti guruh. Lalu keduanya mendudukkan dan menanyainya tentang apa yang disembahnya? Dan siapa nabinya? Bila dia termasuk orang yang menyembah Allah. dia berkata, “Aku telah menyembah Allah, dan nabiku Muhammad saw. telah diutus kepada kami dengan bukti-bukti kebenaran, lalu kami pun mempercayai dan mengikutinya.' Maka, dikatakan kepadanya, 'Atas keyakinan itu kamu hidup, mati, dan dibangkitkan. kemudian dibukakan baginya sebuah pintu menuju surga dan dilapangkan baginya di kuburnya. Akan tetapi, bila dia termasuk orang yang ragu, dia berkata, `Aku tidak tahu. Aku mendengar orang-orang mengatakan sesuatu, lalu aku pun mengatakannya.' Maka, dikatakan kepadanya, 'Atas keraguan itu kamu hidup, mati, dan dibangkitkan Lalu dibukakan baginya sebuah pintu menuju neraka.(Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al Ausath dan Ibn Mardawaih dari Hurairah)

Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya anak Adam benar-benar berada dalam kelengahan tentang apa yang diciptakan.Sesungguhnya Allah Azza wa jalla bila hendak menciptakann. berfirman kepada malaikat,”Tulis rezekinya, tulis kematiannya ajalnya, dan tulis sengsara atau bahagia!' Lalu malaikat itu pergi. Allah mengutus seorang malaikat, lalu dia menghafalnya sampai memahaminya. Malaikat itu pun pergi, lalu Allah menugaskannva dua malaikat untuk menulis kebaikan dan keburukannya. Bila kematian mendatanginya, malaikat itu pergi dan Malaikat maut mendatanginya untuk mencabut nyawanya. Bila dia memasuki kuburnya nyawa itu dikembalikan kedalam tubuhnya. Lalu dua malaikat mendatanginya dan mengujinya, lalu keduanya pergi. Bila hari tiba, malaikat kebaikan dan malaikat keburukan turun kepadanya mengalungkan buku (catatan amal) itu di lehernya. Kernudian keduanya datang lagi; yang satu sebagai penuntun dan yang lain sebagai saksi." Rasulullah saw. bersabda lagi, "Sesungguhnya di hadapan kalian (hari kiamat) adalah perkara yang besar, sedangkan kalian tidak bisa menduganya. Maka mohonlah pertolongan kepada Allah Mahabesar." (Diriwayatkan oleh Ibn Abid Dunya dan Abu Na’im dalam al-Hilyah dari Jabir bin Abdillah)

Rasulullah saw. bersabda, "Wahai `Umar, bagaimana bila  sampai ke bumi, lalu digali untukmu tiga hasta dan satu jengkal dari dua hasta satu jengkal. Kemudian kamu didatangi oleh Munkar Nakir yang hitam, yang menarik rambutnya, suaranya seperti guruh, yang menggelegar, matanya seperti kilat yang menyambar melubangi bumi dengan taringnya, mendudukkanmu dengan menakutkan, membantingmu, dan menakutkanmu?" Dia menjawab, "Wahai Rasulullah, pada saat itu, apakah aku seperti ketika aku masih hidup?" Beliau bersabda "Ya." Dia berkata lagi, "Wahai Rasulullah, dengan izin Allah, akan dapat menghadapi keduanya." (Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam kitab Adzabul Qabr dari Ibn 'Abbas)

"Nama dua malaikat yang datang kedalam kubur adalah Munkar dan Nakir." (Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al Ausath dengan sanad yang hasan dari Ibn `Abbas)

Rasulullah saw. bertanya kepada `Umar, "Bagaimana bila kamu melihat Munkar dan Nakir?" Dia menjawab, "Apakah Munkar dan Nakir itu?" Beliau menjawab, "Penanya mayat di kubur yang suaranya seperti guruh yang menggelegar matanya seperti kilat yang menyambar berjalan di atas rambutnya, melubangi (tanah) dengan taringnya, bersama keduanya tongkat dari besi. Kalaulah seluruh penduduk Mina berkumpul mengelilinginya, niscaya hal itu sama sekali tidak akan menggetarkannya." '' (Diriwayatkan oleh Ibn Abid Dunya dari Abu Hurairah )

Rasulullah sw. bersabda tentang mayat, "Sesungguhnya dia mendengar bunyi sandal kalian bila kalian telah meninggalkannya, lalu malaikat mendatanginya; dua malaikat rahmat dan satu malaikat penyiksa. Lalu malaikat penyiksa naik, dan salah satu malaikat berkata kepada temannya, `Berlaku ramahlah kepada wali Allah!' Lalu malaikat itu bertanya, `Siapakah Tuhanmu?' Mayat itu menjawab, `Allah.' Dia 'bertanya lagi, `Apa agamamu?' Mayat itu menjawab, Agamaku Islam.' Dia bertanya lagi, `Siapa nabimu?' Mayat itu menjawab, `Muhammad.' lalu keduanya bertanya, 'Apa yang memberitahukanmu?' Mayat itu ^menjawab, 'Aku membaca kitab Allah, lalu aku mempercayai dan membenarkannya."' (Diriwayatkan oleh Juwaibir dari Ibn `Abbas)

"Penanya kubur itu ada tiga, yaitu Ankar, Nakur, dan Rauman." (Diriwayatkan oleh Abu Naim dari Dhamrah bin Habib)

"Penanva kubur mtu ada empat, yaitu Munkar, Nakir, dan Nakur. Sedangkan pemimpin mereka adalah Rauman." (Diriwayatkan oleh Abdul Hasan al-Qaththan dalam ath-Thawalat dari Dhamrah)

 

 "Aku menyaksikan seorang jenazah sebagian keluarga Abdus Shamad bin `All. Abdush Shamad menyegerakan dan mempercepat (dalam menguburkannya) dengan berkata, `-tenangkankanlah hati kami sebelum sore hari tiba.' Kami berkata, 'Semoga Allah berbuat baik kepadamu? Apakah kamu meriwayatkan sesuatu berkenaan dengann Dia menjawab, `Ya.' Aku diberi tahu oleh ayahku, dan kakekku  Abdullah bin Abbas, dari Nabi Saw. yang bersabda, `Sesungguhnya malaikat siang lebih ramah daripada malaikat malam." (Diriwayatkan oleh ibnan-Najjir dalam Tarikh-nya, "Aku baca dalam kitab al-'Abbas bin Ali bin lbrahim ash-Shauli dengan tulisanya sendiri, `Aku diberi tahu oleh Ahmad bin Abi Bakar al-Qanbi, 'Kami diberi tahu oleh Abu Ishaq Muhammad bin Harun al-Hasyimi dan anak al-Manshur, `Aku diberitahu oleh Muhammad bin Ahmad bin al-Haitsam at Tamimi Abul Hasan, `Kami diberi tahu oleh Ahmad bin Muhammad Ibnul Hajjaj, 'Kau diberi tahu oleh Khallad bin Abdus Salam ash-Shuii, kami diberi tahu oleh Muhammad bin Abdullah Aal-Asadi yang berkata)

Karya : Imam Jalaluddin as-Suyuthi 

Ensiklopedi Al-Qur'an | Tuntunan Hidup Menurut Al-Qur'an dan Hadits

Top Desktop version